Kamis, 15 Mei 2014

Dalam Kerapuhan

Februari 2013 aku niatkan tuk melamar seorang wanita di Mgl. Saat itu aku bisa melupakanmu. Aku pikir sebagai seorang laki - laki aku harus serius jika ada wanita yang mau kunikahi. Karena aku pikir aku sudah cukup dewasa.

Ditambah lagi saat itu Mbakku dan teman - temanku sering menanyakan kapan aku nikah. Kenyataan itu mendorongku untuk memberanikan diri melamar seorang wanita.

Tak tau mengapa, saat aku selesai melamar, banyak orang yang menyarankan agar aku segera melangsungkan akad nikah sebelum 3 bulan. Katanya setelah 3 bulan banyak godaan. Aku heran, mengapa kata2 orang2 itu benar terjadi. Setelah berjalan 3 bulan tanpa kepastian kapan nikah, hubunganku dengan cwe Mgl itu menjadi tidak harmonis.

Pernah suatu waktu dia bertanya kepadaku dengan nada curiga. Siapa orang itu? Kamu tau siapa yang dia maksud? yang dia maksud adalah kamu Nita Herlina.

Saat itu aku menjawab, dia adalah tetangga sekaligus temanku. Kami sama2 aktif di organisasi pemuda, kami gak ada hubungan khusus.
Ya memang saat itu seperti itu kan? He.....

==========
Idul fitri tiba. Sekitar 2 Minggu sesudahnya tanpa kuduga lamaranku dibatalkan dengan alasan yang sulit dimengerti. Ya akhirnya aku hanya bisa berkata dan meyakini karena memang tidak berjodoh.

=====
Entah mengapa, aku selalu berfikir bahwa Dek Nita adalah orang yang pertema harus tau tentang kegagalan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar